Teheran–Tel Aviv, 1 Maret 2026 — Portal.ytvdigital | Dunia kembali diguncang setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada Sabtu malam. Ledakan dahsyat dilaporkan mengguncang Teheran dan sejumlah kota strategis, menandai fase baru dalam konflik yang sudah lama membara.
Khamenei Dikabarkan Tewas
Media internasional ramai memberitakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Meski otoritas Iran sempat membantah, sumber resmi Israel menyebutkan jasad Khamenei telah ditemukan. Jika benar, ini akan menjadi pukulan politik terbesar bagi Republik Islam sejak Revolusi 1979.
Dampak langsung terasa di dunia penerbangan. Lebih dari 400 penerbangan India dibatalkan akibat penutupan ruang udara Iran dan Israel. Bandara-bandara internasional kini siaga penuh menghadapi kemungkinan meluasnya konflik ke kawasan Teluk.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa negaranya terlibat penuh dalam operasi militer ini. Ia menyebut serangan sebagai “operasi tempur besar” untuk menghentikan ancaman Iran. Israel sendiri mengklaim langkah ini sebagai serangan preemptive untuk mencegah peluncuran rudal ke wilayahnya.
Respon Iran: Rudal Menghujani Timur Tengah
Iran tidak tinggal diam. Balasan berupa rudal dan serangan udara dilaporkan menghantam Israel, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas.
Dunia sedang berada di titik kritis. Serangan Israel–AS ke Iran bukan sekadar konflik bilateral, melainkan potensi pemicu perang besar di Timur Tengah. Dengan kabar kematian Khamenei, ketidakpastian politik Iran semakin memperkeruh keadaan.(RM.YTV)

